Sebuah celah keamanan serius ditemukan pada LibreOffice dan Apache OpenOffice. Celah ini memungkinkan sebuah file spreadsheet berbahaya menjalankan kode berbahaya secara otomatis begitu dokumen dibuka — tanpa menampilkan peringatan apa pun, berbeda dari eksekusi makro yang biasanya meminta persetujuan pengguna terlebih dahulu.


Serangan ini memanfaatkan kombinasi fitur database range, file ODB (OpenDocument Database), dan JDBC (Java Database Connectivity). Kombinasi tersebut dipakai untuk mengarahkan aplikasi mengunduh file JAR yang berisi kode Java dari server milik penyerang, lalu menjalankannya di komputer korban. Eksploitasi ini membutuhkan fitur Java yang aktif di aplikasi.


Kerentanan pada LibreOffice dilacak dengan kode CVE-2026-63277 dan sudah diperbaiki melalui pembaruan versi 26.2.5 dan 26.8.0 yang dirilis pada 5 Oktober 2026. Sementara itu, celah pada Apache OpenOffice (CVE-2026-59265) belum memiliki perbaikan; seluruh versi hingga 4.1.16 terdampak.


Pengguna Apache OpenOffice disarankan menonaktifkan dukungan Java sampai versi 4.1.17 tersedia. Seluruh pengguna LibreOffice maupun OpenOffice juga perlu berhati-hati terhadap file spreadsheet yang berasal dari sumber tidak terpercaya, termasuk yang dikirim melalui email atau aplikasi berbagi dokumen.


Sumber: https://idsirtii.bssn.go.id/news-events/news/celah-kritis-libreoffice-dan-apache-openoffice-memungkinkan-eksekusi-kode-melalui-file-spreadsheet