Popularitas ChatGPT dimanfaatkan penjahat siber untuk menyebar malware. Peneliti keamanan dari Huntress menemukan sejumlah GPT kustom berbahaya — salah satunya bernama "Plus_5.6" — yang muncul lewat iklan bersponsor di hasil pencarian Google. Korban yang mengklik iklan tersebut diarahkan ke halaman Google Sites yang menyamar sebagai pemeriksaan verifikasi Cloudflare.
Jebakan ini dikenal sebagai ClickFix. Halaman palsu menampilkan instruksi verifikasi yang meminta korban menekan tombol Windows+R lalu menempelkan perintah yang sudah disalin diam-diam ke clipboard. Perintah itu menjalankan skrip PowerShell tersembunyi yang memulai rantai infeksi bertahap di komputer korban.
Rantai infeksinya tergolong rumit: penyerang memakai teknik DLL sideloading terhadap program Canon dan Stardock yang ditandatangani secara sah, menyembunyikan muatan berbahaya di dalam file audio WAV dan data paket NuGet, hingga akhirnya memasang remote access trojan (RAT). RAT tersebut memberi penyerang kendali penuh atas komputer korban — mulai dari akses desktop jarak jauh, memantau layar, kamera dan mikrofon, hingga mencari file dan menjalankan muatan lanjutan. Huntress mencatat sedikitnya 40 insiden terkait infrastruktur yang sama, dua di antaranya terkonfirmasi berasal dari GPT berbahaya tersebut.
OpenAI telah menghapus GPT berbahaya pertama pada 25 September 2026 setelah menerima laporan Huntress, tetapi penggantinya muncul hanya dua hari kemudian dengan rantai pengiriman yang dimodifikasi. Pengguna diimbau tidak pernah menempelkan perintah apa pun ke Windows Run atau PowerShell atas instruksi sebuah halaman web — pemeriksaan CAPTCHA yang sah tidak pernah meminta hal itu. Akses ChatGPT hanya melalui domain resmi openai.com dan hindari mengklik hasil bersponsor untuk perangkat lunak penting.
Sumber: https://idsirtii.bssn.go.id/news-events/news/malvertising-palsu-chatgpt-menjebak-pengguna-windows-dengan-clickfix