Peneliti keamanan yang dikenal sebagai Nightmare Eclipse merilis ShieldBreak pada 12 Agustus 2026 — sebuah exploit yang menembus patch Microsoft untuk kerentanan CVE-2026-50656 (dijuluki RoguePlanet) dan memungkinkan eskalasi hak akses hingga level SYSTEM pada sistem Windows yang sudah diperbarui penuh.
ShieldBreak bekerja lewat jalur yang berbeda dari celah aslinya. Exploit ini memanfaatkan callback hook di mode pengguna saat Microsoft Defender melakukan pemindaian cloud-hydration melalui Cloud Filter API (cfapi), sehingga isi file bisa diganti di tengah proses pemindaian. Ironisnya, exploit ini justru mensyaratkan Microsoft Defender dalam keadaan aktif — tanpa Defender, eskalasi hak akses tidak terjadi. Peneliti Will Dormann telah mengonfirmasi exploit ini berfungsi, dan pengujian pada Windows 11 25H2 serta Windows Server 2025 dilaporkan berhasil 100 persen.
Yang membuat kasus ini memanas adalah cara pengungkapannya: ShieldBreak dipublikasikan tanpa pemberitahuan awal kepada Microsoft, di tengah perseteruan yang sudah berjalan. Sejak April 2026, peneliti yang sama telah mengungkap sepuluh kerentanan; Microsoft sempat mengancam tindakan hukum pada Mei 2026, dan akun GitHub serta GitLab milik peneliti dinonaktifkan. Microsoft menyatakan mengetahui laporan tersebut dan sedang menyelidikinya, namun saat publikasi belum ada patch khusus untuk ShieldBreak.
Perangkat yang terdampak meliputi Windows 10, Windows 11 (termasuk 25H2), dan Windows Server 2025. Hingga ada pembaruan resmi dari Microsoft, administrator diimbau memastikan update Malware Protection Engine selalu terpasang segera setelah tersedia, membatasi hak akses akun pengguna lokal, dan memantau aktivitas Defender yang tidak biasa.
Sumber: https://idsirtii.bssn.go.id/news-events/news/zero-day-baru-shieldbreak-berhasil-bypass-patch-microsoft-defender-picu-ketegangan-dengan-peneliti-keamanan