Seorang peretas pemula menggunakan Tailscale dan OpenSSH untuk tetap bisa mengakses sistemnya setelah server C2-nya offline

Seorang peretas pemula menggunakan Tailscale dan OpenSSH untuk tetap bisa mengakses sistemnya setelah server C2-nya offline

Posted by : Admin , Jun 23, 2026

Seorang penyerang berbahasa Prancis berhasil menembus sebuah perusahaan otomotif kecil di Prancis, menginstal perangkat pencatat ketikan, dan mengambil data kredensial perbankan serta email.

Kejadian ini tampak biasa sampai mendekati akhir.

Sebelum server perintah dan kontrolnya nonaktif, ia mendownload OpenSSH dan Tailscale ke perangkat korban, menciptakan akses kembali yang tidak melibatkan server C2 sama sekali. Ketika server Havoc mati keesokan harinya, aksesnya tetap terjaga. Delapan belas hari setelah itu, server C2 dihidupkan kembali, agen-agennya terhubung kembali secara otomatis, dan ia melanjutkan aksinya.

Cato Networks merekam setiap langkah operasional perintah demi perintah, sebanyak 339 perintah dalam periode 33 hari, setelah pelaku meninggalkan kunci SSH dan panduan prosedur di dalam bucket penyimpanan terbuka. Laporan ini, dirilis pada hari Selasa oleh peneliti Cato CTRL, Vitaly Simonovich, memberikan pandangan yang langka mengenai serangan dari perspektif operator, alih-alih dari sisa-sisa forensik.

Inti pelajaran yang diambil oleh peneliti sangat jelas: mematikan server C2 bukanlah solusi efektif apabila penyerang sudah membangun akses alternatif.

Pelaku, yang dikenal dengan nama “Poisson,” bukanlah bagian dari APT. Para peneliti menggambarkan sosok operator pemula yang tampak mengikuti pola kerja teratur, aktif setelah pukul 15.00 CET dengan jeda panjang selama siang hari, menggunakan semua layanan gratis: DuckDNS, Backblaze B2, dan VPS IONOS yang terjangkau di Berlin. Metode operasinya sangat sederhana.

Sumber : https://thehackernews.com/2026/06/junior-hacker-used-tailscale-and.html